| Hadits No 72 | ||
|
Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: pernah para
shahabat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pada jamannya menunggu waktu
isya' sampai kepala mereka terangguk-angguk (karena kantuk) kemudian mereka
shalat dan tidak berwudlu Dikeluarkan oleh Abu Dawud shahih menurut Daruquthni
dan berasal dari riwayat Muslim
|
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: ( كَانَ أَصْحَابُ
رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم -عَلَى عَهْدِهِ- يَنْتَظِرُونَ اَلْعِشَاءَ
حَتَّى تَخْفِقَ رُؤُوسُهُمْ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلَا يَتَوَضَّئُونَ ) أَخْرَجَهُ
أَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ اَلدَّارَقُطْنِيّ ُ وَأَصْلُهُ فِي مُسْلِم
| |
| Hadits No 73 | ||
|
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Fathimah
binti Abu Hubaisy datang ke hadapan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam seraya
berkata: Wahai Rasulullah sungguh aku ini perempuan yang selalu keluar darah
(istihadlah) dan tidak pernah suci bolehkah aku meninggalkan shalat؟ Rasul
menjawab: "Tidak boleh itu hanya penyakit dan bukan darah haid Apabila haidmu
datang tinggalkanlah shalat dan apabila ia berhenti maka bersihkanlah dirimu
dari darah itu (mandi) lalu shalatlah" Muttafaq Alaihi
|
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( جَاءَتْ فَاطِمَةُ
بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ: يَا
رَسُولَ اَللَّهِ! إِنِّي اِمْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ
اَلصَّلَاةَ؟ قَالَ: لَا إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِحَيْضٍ فَإِذَا أَقْبَلَتْ
حَيْضَتُكِ فَدَعِي اَلصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ اَلدَّمَ
ثُمَّ صَلِّي ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
| |
| Hadits No 74 | ||
|
Menurut Riwayat Bukhari: "Kemudian berwudlulah pada setiap
kali hendak shalat" Imam Muslim memberikan isyarat bahwa kalimat tersebut
sengaja dibuang oleh Bukhari
|
ِلْبُخَارِيِّ: ( ثُمَّ تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ ) وَأَشَارَ مُسْلِمٌ
إِلَى أَنَّهُ حَذَفَهَا عَمْدً ا
| |
| Hadits No 75 | ||
|
Ali Ibnu Abu Thalib Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku adalah
seorang laki-laki yang sering mengeluarkan madzi maka aku suruh Miqdad untuk
menanyakan hal itu pada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan bertanyalah ia
pada beliau Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menjawab: "Dalam masalah itu
wajib berwudlu" Muttafaq Alaihi lafadznya menurut riwayat Bukhari
|
ِعَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رضي الله عنه قَالَ: ( كُنْتُ رَجُلاً
مَذَّاءً فَأَمَرْتُ اَلْمِقْدَادَ بْنَ اَلْأَسْوَدِ أَنْ يَسْأَلَ اَلنَّبِيَّ
صلى الله عليه وسلم فَسَأَلَهُ ؟ فَقَالَ:
فِيهِ اَلْوُضُوءُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيّ
ِ
| |
| Hadits No 76 | ||
|
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat
tanpa berwudlu dahulu Diriwayatkan oleh Ahmad dan dinilai lemah oleh Bukhari
|
ِوَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى
الله عليه وسلم قَبَّلَ بَعْضَ نِسَائِهِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى اَلصَّلَاةِ وَلَمْ
يَتَوَضَّأْ ) أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَضَعَّفَهُ اَلْبُخَارِيّ
| |
| Hadits No 77 | ||
|
Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu
merasakan sesuatu dalam perutnya kemudian dia ragu-ragu apakah dia mengeluarkan
sesuatu (kentut) atau tidak maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid
kecuali ia mendengar suara atau mencium baunya" Dikeluarkan oleh Muslim
|
ِعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى
الله عليه وسلم ( إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِي بَطْنِهِ شَيْئًا فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ:
أَخَرَجَ مِنْهُ شَيْءٌ أَمْ لَا؟ فَلَا يَخْرُجَنَّ مِنْ اَلْمَسْجِدِ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ
يَجِدَ رِيحًا ) أَخْرَجَهُ مُسْلِم
| |
| Hadits No 78 | ||
|
Thalq Ibnu Ali Radliyallaahu 'anhu berkata:
Seorang laki-laki berkata: saya menyentuh kemaluanku atau ia berkata: seseorang
laki-laki menyentuh kemaluannya pada waktu shalat apakah ia wajib berwudlu؟ Nabi
menjawab: "Tidak karena ia hanya sepotong daging dari tubuhmu" Dikeluarkan oleh
Imam Lima dan shahih menurut Ibnu Hibban Ibnul Madiny berkata: Hadits ini lebih
baik daripada hadits Busrah
|
ِوَعَنْ
طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: ( قَالَ رَجُلٌ: مَسَسْتُ ذَكَرِي أَوْ
قَالَ اَلرَّجُلُ يَمَسُّ ذَكَرَهُ فِي اَلصَّلَاةِ أَعَلَيْهِ وُضُوءٍ
؟ فَقَالَ
اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم "لَا إِنَّمَا هُوَ بَضْعَةٌ مِنْكَ ) أَخْرَجَهُ
اَلْخَمْسَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّان وَقَالَ
اِبْنُ اَلْمَدِينِيِّ: هُوَ أَحْسَنُ مِنْ حَدِيثِ
بُسْرَةَ
| |
| Hadits No 79 | ||
|
Dari Busrah binti Shofwan Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa menyentuh kemaluannya maka
hendaklah ia berwudlu" Dikeluarkan oleh Imam Lima dan hadits shahih menurut
Tirmidzi dan Ibnu Hibban Imam Bukhari menyatakan bahwa ia adalah hadits yang
paling shahih dalam bab ini
|
ِعَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا ( أَنَّ
رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ ) أَخْرَجَهُ
اَلْخَمْسَةُ وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ حِبَّان َ وَقَالَ
اَلْبُخَارِيُّ هُوَ أَصَحُّ شَيْءٍ فِي هَذَا
اَلْبَابِ
| |
| Hadits No 80 | ||
|
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah saw
bersabda: "Barangsiapa yang muntah atau mengeluarkan darah dari hidung (mimisan)
atau mengeluarkan dahak atau mengeluarkan madzi maka hendaklah ia berwudlu lalu
meneruskan sisa shalatnya namun selama itu ia tidak berbicara" Diriwayatkan oleh
Ibnu Majah namun dianggap lemah oleh Ahmad dan lain-lain
|
ِعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ( مَنْ أَصَابَهُ قَيْءٌ أَوْ رُعَافٌ أَوْ قَلَسٌ أَوْ مَذْيٌ
فَلْيَنْصَرِفْ فَلْيَتَوَضَّأْ ثُمَّ لِيَبْنِ عَلَى صَلَاتِهِ وَهُوَ فِي ذَلِكَ
لَا يَتَكَلَّمُ ) أَخْرَجَهُ اِبْنُ مَاجَ ه وَضَعَّفَهُ
أَحْمَدُ وَغَيْرُهُ
| |
| Hadits No 81 | ||
|
Dari Jabir Ibnu Samurah Radliyallaahu 'anhu bahwa seorang
laki-laki bertanya kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam : Apakah aku harus
berwudlu setelah makan daging kambing؟ Beliau menjawab: "Jika engkau mau" Orang
itu bertanya lagi: Apakah aku harus berwudlu setelah memakan daging unta؟ Beliau
menjawab: "Ya" Diriwayatkan oleh Muslim
|
ِعَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; ( أَنَّ رَجُلاً
سَأَلَ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ
اَلْغَنَمِ؟ قَالَ:
إِنْ شِئْتَ قَالَ: أَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ اَلْإِبِلِ ؟ قَالَ: نَعَمْ )
أَخْرَجَهُ مُسْلِم
| |
| Hadits No 82 | ||
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang memandikan mayyit
hendaknya ia mandi dan barangsiapa yang membawanya hendaknya ia berwudlu"
Dikeluarkan oleh Ahmad Nasa'i dan Tirmidzi Tirmidzi menyatakan hadits ini hasan
sedang Ahmad berkata: tak ada sesuatu yang shahih dalam bab ini
|
ِعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى
الله عليه وسلم ( مَنْ غَسَّلَ مَيْتًا فَلْيَغْتَسِلْ وَمَنْ حَمَلَهُ
فَلْيَتَوَضَّأْ ) أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ وَاَلتِّرْمِذِيُّ
وَحَسَّنَه وَقَالَ أَحْمَدُ لَا يَصِحُّ فِي هَذَا اَلْبَابِ
شَيْءٌ
| |
| Hadits No 83 | ||
|
Dari Abdullah Ibnu Abu Bakar Radliyallaahu 'anhu
bahwa dalam surat yang ditulis Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam untuk
Amr Ibnu Hazm terdapat keterangan bahwa tidak boleh menyentuh Al-Qur'an kecuali
orang yang suci Diriwayatkan oleh Malik dan mursal Nasa'i dan Ibnu Hibban
meriwayatkannya dengan maushul hadits ini ma'lul
|
ِعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ رَحِمَهُ اَللَّهُ; ( أَنَّ فِي
اَلْكِتَابِ اَلَّذِي كَتَبَهُ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِعَمْرِو بْنِ
حَزْمٍ: أَنْ لَا يَمَسَّ اَلْقُرْآنَ إِلَّا طَاهِرٌ ) رَوَاهُ مَالِكٌ مُرْسَلاً
وَوَصَلَهُ النَّسَائِيُّ وَابْنُ حِبَّانَ وَهُوَ
مَعْلُولٌ
| |
| Hadits No 84 | ||
|
Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam selalu berdzikir kepada Allah dalam setiap saat Diriwayatkan
oleh Muslim dan dita'liq oleh Bukhari
|
ِعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ
اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُذْكُرُ اَللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ ) رَوَاهُ
مُسْلِمٌ وَعَلَّقَهُ اَلْبُخَارِيّ
| |
| Hadits No 85 | ||
|
Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berbekam lalu shalat tanpa berwudlu Hadits
dikeluarkan dan dilemahkan oleh Daruquthni
|
ِعَنْ
أَنَسِ]بْنِ
مَالِكٍ] رضي الله عنه ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم اِحْتَجَمَ وَصَلَّى
وَلَمْ يَتَوَضَّأْ ) أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَلَيَّنَه
| |
| Hadits No 86 | ||
|
Dari Muawiyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam bersabda: "Mata adalah tali pengikat dubur maka apabila kedua
mata telah tidur lepaslah tali pengikat itu" Diriwayatkan oleh Ahmad dan
Thabrani
|
ِعَنْ مُعَاوِيَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله
عليه وسلم ( الْعَيْنُ وِكَاءُ السَّهِ فَإِذَا نَامَتْ اَلْعَيْنَانِ اِسْتَطْلَقَ
اَلْوِكَاءُ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ
وَالطَّبَرَانِيُّ
| |
| Hadits No 87 | ||
|
Ia menambahkan: "Dan barangsiapa tidur hendaknya ia berwudlu"
Tambahan dalam hadits ini menurut Abu Dawud dari hadits Ali Radliyallaahu 'anhu
tanpa sabda beliau: "Lepaslah tali pengikat itu" Dalam kedua sanad ini ada
kelemahan
|
ِزَادَ (
وَمَنْ نَامَ فَلْيَتَوَضَّأْ ) وَهَذِهِ
اَلزِّيَادَةُ فِي هَذَا اَلْحَدِيثِ عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ مِنْ حَدِيثِ عَلِيٍّ
دُونَ قَوْلِهِ: ( اِسْتَطْلَقَ اَلْوِكَاءُ ) وَفِي كِلَا الْإِسْنَادَيْنِ ضَعْف
| |
| Hadits No 88 | ||
|
Menurut Riwayat Abu Dawud juga dari Ibnu Abbas Radliyallaahu
'anhu dengan hadits marfu': "Wudlu itu hanya wajib bagi orang-orang yang tidur
berbaring" Dalam sanadnya juga ada kelemahan
|
ِوَلِأَبِي دَاوُدَ أَيْضًا عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ مَرْفُوعًا: ( إِنَّمَا
اَلْوُضُوءُ عَلَى مَنْ نَامَ مُضْطَجِعًا ) وَفِي إِسْنَادِهِ ضَعْفٌ أَيْضً
ا
| |
| Hadits No 89 | ||
|
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Setan itu akan mendatangi seseorang di
antara kamu pada saat dia shalat lalu meniup pada duburnya dan membuatnya
berkhayal seakan-akan ia telah kentut padahal ia tidak kentut Jika ia mengalami
hal itu maka janganlah ia membatalkan shalat sampai ia mendengar suara atau
mencium baunya" Dikeluarkan oleh al-Bazzar
|
ِعَنِ
اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه
وسلم قَالَ: ( يَأْتِي أَحَدَكُمُ الشَّيْطَانُ فِي صَلَاتِهِ فَيَنْفُخُ فِي
مَقْعَدَتِهِ فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ أَحْدَثَ وَلَمْ يُحْدِثْ فَإِذَا
وَجَدَ ذَلِكَ فَلَا يَنْصَرِفُ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا )
أَخْرَجَهُ اَلْبَزَّار
| |
| Hadits No 90 | ||
|
Hadits tersebut berasal dari shahih Bukhari-Muslim dari hadits
Abdullah Ibnu Zaid
|
ِوَأَصْلُهُ فِي اَلصَّحِيحَيْنِ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ
زَيْد
| |
| Hadits No 91 | ||
|
Hadits serupa juga terdapat dalam riwayat Muslim dari Abu
Hurairah
|
ِوَلِمُسْلِمٍ: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
نَحْوُهُ
| |
| Hadits No 92 | ||
|
Menurut Hakim dari Abu Said dalam hadits marfu' : "Apabila
setan datang kepada seseorang di antara kamu lalu berkata: Sesungguhnya engkau
telah berhadats hendaknya ia menjawab: Engkau bohong" Hadits ini juga
dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dengan lafadz: "Hendaknya ia mengatakan dalam
hatinya sendiri"
Bulughul Maram
|
ِوَلِلْحَاكِمِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ مَرْفُوعًا ( إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ
الشَّيْطَانُ فَقَالَ: إِنَّكَ أَحْدَثْتَ فَلْيَقُلْ: كَذَبْتَ ) وَأَخْرَجَهُ
اِبْنُ حِبَّانَ بِلَفْظِ ( فَلْيَقُلْ فِي نَفْسِهِ
)
|
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Kamis, 11 September 2014
Kitab Bersuci, Baguian 6 (hal Membatalkan Wudhu)
Kitab Bersuci, bagian 5 (mengusap dua Khuff/Sepatu)
| BAB MENGUSAP DUA KHUFF (SEPATU) |
بَابُ اَلْمَسْحِ عَلَى اَلْخُفَّيْنِِ
| |
| Hadits No 63 | ||
|
Mughirah Ibnu Syu'bah Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku pernah
bersama Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ketika beliau berwudlu aku
membungkuk untuk melepas kedua sepatunya lalu beliau bersabda: Biarkanlah
keduanya sebab aku dalam keadaan suci ketika aku mengenakannya Kemudian beliau
mengusap bagian atas keduanya Muttafaq Alaihi
|
عَنْ اَلْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رضي الله عنه قَالَ: ( كُنْتُ مَعَ
اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَتَوَضَّأَ فَأَهْوَيْتُ لِأَنْزِعَ خُفَّيْهِ
فَقَالَ: دَعْهُمَا فَإِنِّي أَدْخَلْتُهُمَا طَاهِرَتَيْنِ فَمَسَحَ عَلَيْهِمَا
) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
| |
| Hadits No 64 | ||
|
Menurut riwayat Imam Empat kecuali Nasa'i: bahwa Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengusap sepatu bagian atas dan bawahnya Dalam
sanad hadits ini ada kelemahan
|
لِلْأَرْبَعَةِ عَنْهُ
إِلَّا النَّسَائِيَّ: ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم مَسَحَ أَعْلَى
اَلْخُفِّ وَأَسْفَلَهُ ) وَفِي إِسْنَادِهِ ضَعْف ٌ
| |
| Hadits No 65 | ||
|
Ali Radliyallaahu 'anhu berkata: Jikalau agama itu cukup
dengan pikiran maka bagian bawah sepatu lebih utama untuk diusap daripada bagian
atas Aku benar-benar melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengusap
punggung kedua sepatunya Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang baik
|
عَنْ عَلِيٍّ رضي الله
عنه قَالَ: ( لَوْ كَانَ اَلدِّينُ بِالرَّأْيِ لَكَانَ أَسْفَلُ اَلْخُفِّ أَوْلَى
بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلَاهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم
يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ بِإِسْنَادٍ حَسَن ٍ
| |
| Hadits No 66 | ||
|
Shafwan Ibnu Assal berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam pernah menyuruh kami jika kami sedang bepergian untuk tidak melepas
sepatu kami selama tiga hari tiga malam lantaran buang air besar kencing dan
tidur kecuali karena jinabat Dikeluarkan oleh Nasa'i Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah
Lafadz menurut Tirmidzi Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah
|
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ رضي الله عنه قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ
اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُنَا إِذَا كُنَّا سَفْرًا أَنْ لَا نَنْزِعَ
خِفَافَنَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ إِلَّا مِنْ جَنَابَةٍ وَلَكِنْ
مِنْ غَائِطٍ وَبَوْلٍ وَنَوْمٍ ) أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ وَاَلتِّرْمِذِيُّ
وَاللَّفْظُ لَهُ وَابْنُ خُزَيْمَةَ وَصَحَّحَاه
| |
| Hadits No 67 | ||
|
Ali Ibnu Abu Thalib Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menetapkan tiga hari tiga malam untuk musafir
(orang yang bepergian) dan sehari semalam untuk orang yang menetap --yakni dalam
hal mengusap kedua sepatu Riwayat Muslim
|
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رضي الله عنه قَالَ: ( جَعَلَ
اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ لِلْمُسَافِرِ
وَيَوْمًا وَلَيْلَةً لِلْمُقِيمِ يَعْنِي: فِي اَلْمَسْحِ عَلَى اَلْخُفَّيْنِ )
أَخْرَجَهُ مُسْلِم
| |
| Hadits No 68 | ||
|
Tsauban Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam mengirim pasukan tentara beliau memerintahkan mereka agar
mengusap ashoib --yaitu sorban-sorban dan tasakhin-- yakni sepatu Riwayat Ahmad
dan Abu Dawud Hadits shahih menurut Hakim
|
عَنْ ثَوْبَانَ رضي الله عنه قَالَ: ( بَعَثَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله
عليه وسلم سَرِيَّةً فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَمْسَحُوا عَلَى اَلْعَصَائِبِ - يَعْنِي
اَلْعَمَائِمَ -وَالتَّسَاخِينِ- يَعْنِي اَلْخِفَافَ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو
دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِم
| |
| Hadits No 69 | ||
|
Dari Umar Radliyallaahu 'anhu secara mauquf dan dari Anas
Radliyallaahu 'anhu secara marfu': Apabila seseorang di antara kamu berwudlu
sedang dia bersepatu maka hendaknya ia mengusap bagian atas keduanya dan sholat
dengan mengenakannya tanpa melepasnya jika ia menghendaki kecuali karena jinabat
Diriwayatkan oleh Daruquthni dan Hakim Hadits shahih menurut Hakim
|
عَنْ عُمَرَ -مَوْقُوفًا- وعَنْ أَنَسٍ
-مَرْفُوعًا- ( إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ وَلَبِسَ خُفَّيْهِ فَلْيَمْسَحْ
عَلَيْهِمَا وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا وَلَا يَخْلَعْهُمَا إِنْ شَاءَ إِلَّا مِنْ
جَنَابَةٍ ) أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَالْحَاكِمُ وَصَحَّحَه
| |
| Hadits No 70 | ||
|
Melalui Abu Bakrah dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:
Bahwa beliau memberikan kemudahan bagi musafir tiga hari tiga malam dan bagi
mukim (orang yang menetap) sehari semalam apabila ia telah bersuci dan memakai
kedua sepatunya maka ia cukup mengusap bagian atasnya Diriwayatkan oleh
Daruquthni dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah
|
وَعَنْ أَبِي بَكْرَةَ رضي الله عنه عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه
وسلم ( أَنَّهُ رَخَّصَ لِلْمُسَافِرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ
وَلِلْمُقِيمِ يَوْمًا وَلَيْلَةً إِذَا تَطَهَّرَ فَلَبِسَ خُفَّيْهِ: أَنْ
يَمْسَحَ عَلَيْهِمَا ) أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ
خُزَيْمَة
| |
| Hadits No 71 | ||
|
Dari Ubay Ibnu Imarah Radliyallaahu 'anhu bahwa dia bertanya:
Ya Rasulullah bolehkah aku mengusap kedua sepatuku? Rasul menjawab: ya boleh Ia
bertanya: dua hari? Rasul menjawab: ya boleh Ia bertanya lagi: tiga hari? Rasul
menjawab: ya boleh sekehendakmu Dikeluarkan oleh Abu Dawud dengan menyatakan
bahwa hadits ini tidak kuat
|
عَنْ أُبَيِّ بْنِ عِمَارَةَ رضي الله عنه أَنَّهُ قَالَ: ( يَا رَسُولَ
اَللَّهِ أَمْسَحُ عَلَى اَلْخُفَّيْنِ؟ قَالَ: نَعَمْ قَالَ: يَوْمًا؟ قَالَ: نَعَمْ قَالَ: وَيَوْمَيْنِ؟ قَالَ: نَعَمْ قَالَ: وَثَلَاثَةً؟ قَالَ: نَعَمْ وَمَا شِئْتَ أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَقَالَ: لَيْسَ
بِالْقَوِيِّ )
| |
BBulughul Maram |
||
Kitab Bersuci, Bagian 4 (Wudhu))
| BAB WUDLU |
بَابُ اَلْوُضُوءِِ
| |
| Hadits No. 36 | ||
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu
'anhu dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda:
"Seandainya tidak memberatkan atas umatku niscaya aku perintahkan mereka
bersiwak (menggosok gigi dengan kayu aurok) pada setiap kali wudlu." Dikeluarkan
oleh Malik Ahmad dan Nasa'i. Oleh Ibnu Khuzaimah dinilai sebagai hadits shahih
sedang Bukhari menganggapnya sebagai hadits muallaq.
|
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : لَوْلَا
أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ
وُضُوءٍ أَخْرَجَهُ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ.
وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ
وَذَكَرَهُ الْبُخَارِيُّ
تَعْلِيقًا
| |
| Hadits No. 37 | ||
|
Dari Humran bahwa Utsman meminta
air wudlu. Ia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali lalu berkumur dan
menghisap air dengan hidung dan menghembuskannya keluar kemudian membasuh
wajahnya tiga kali. Lalu membasuh tangan kanannya hingga siku-siku tiga kali dan
tangan kirinya pun begitu pula. Kemudian mengusap kepalanya lalu membasuh kaki
kanannya hingga kedua mata kaki tiga kali dan kaki kirinya pun begitu pula.
Kemudian ia berkata: Saya melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
berwudlu seperti wudlu-ku ini. Muttafaq Alaihi.
|
وَعَنْ حُمْرَانَ أَنَّ عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ
وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ
الْيُمْنَى إلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ
ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إلَى الْكَعْبَيْنِ
ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ : رَأَيْت رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي
هَذَا مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
| |
| Hadits No. 38 | ||
|
Dari Ali Radliyallaahu 'anhu
tentang cara berwudlu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dia berkata: Beliau
mengusap kepalanya satu kali. Dikeluarkan oleh Abu Dawud. Tirmidzi dan Nasa'i
juga meriwayatkannya dengan sanad yang shahih bahkan Tirmidzi menyatakan bahwa
ini adalah hadits yang paling shahih pada bab tersebut.
|
وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - فِي صِفَةِ وُضُوءِ النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ : وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ
وَاحِدَةً
أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد
وَأَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ بِإِسْنَادٍ
صَحِيحٍ. بَلْ قَالَ التِّرْمِذِيُّ : إنَّهُ أَصَحُّ شَيْءٍ فِي
الْبَابِ
| |
| Hadits No. 39 | ||
|
Dari Abdullah Ibnu Zain Ibnu
Ashim Radliyallaahu 'anhu tentang cara berwudlu dia berkata: Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengusap kepalanya dengan kedua tangannya dari
muka ke belakang dan dari belakang ke muka. Muttafaq Alaihi.
|
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُمَا - فِي صِفَةِ الْوُضُوءِ قَالَ : وَمَسَحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَأْسِهِ فَأَقْبَلَ بِيَدَيْهِ
وَأَدْبَرَ.مُتَّفَقٌ عَلَيْه
| |
| Hadits No. 40 | ||
|
Lafadz lain dalam riwayat
Bukhari - Muslim disebutkan: Beliau mulai dari bagian depan kepalanya sehingga
mengusapkan kedua tangannya sampai pada tengkuknya lalu mengembalikan kedua
tangannya ke bagian semula.
|
وَفِي لَفْظٍ لَهُمَا : بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ حَتَّى ذَهَبَ
بِهِمَا إلَى قَفَاهُ ثُمَّ رَدَّهُمَا إلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ
مِنْهُ
| |
| Hadits No. 41 | ||
|
Dari Abdullah Ibnu Amr
Radliyallaahu 'anhu tentang cara berwudlu ia berkata: Kemudian beliau mengusap
kepalanya dan memasukkan kedua jari telunjuknya ke dalam kedua telinganya dan
mengusap bagian luar kedua telinganya dengan ibu jarinya. Diriwayatkan oleh Abu
Dawud dan Nasa'i. Ibnu Khuzaimah menggolongkannya hadits shahih.
|
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - فِي
صِفَةِ الْوُضُوءِ - قَالَ : ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأَدْخَلَ إصْبَعَيْهِ
السَّبَّاحَتَيْنِ فِي أُذُنَيْهِ وَمَسَحَ بِإِبْهَامَيْهِ ظَاهِرَ
أُذُنَيْهِ
أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيُّ. وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ
| |
| Hadits No. 42 | ||
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu
'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila
seseorang di antara kamu bangun dari tidur maka hendaklah ia menghisap air ke
dalam hidungnya tiga kali dan menghembuskannya keluar karena setan tidur di
dalam rongga hidung itu." Muttafaq Alaihi.
|
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا
اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثًا فَإِنَّ
الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
| |
| Hadits No. 43 | ||
|
Dari dia pula: "Apabila
seseorang di antara kamu bangun dari tidurnya maka janganlah ia langsung
memasukkan tangannya ke dalam tempat air sebelum mencucinya tiga kali terlebih
dahulu sebab ia tidak mengetahui apa yang telah dikerjakan oleh tangannya pada
waktu malam." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim.
|
وَعَنْهُ إذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يَغْمِسْ
يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ
بَاتَتْ يَدُهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَهَذَا لَفْظُ مُسْلِمٍ
| |
| Hadits No. 44 | ||
|
Laqith Ibnu Shabirah
Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
bersabda: "Sempurnakanlah dalam berwudlu usaplah sela-sela jari dan isaplah air
ke dalam hidung dalam-dalam kecuali jika engkau sedang berpuasa." Riwayat Imam
Empat dan hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah.
|
وَعَنْ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْبِغْ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ الْأَصَابِعِ وَبَالِغْ فِي
الِاسْتِنْشَاقِ إلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا أَخْرَجَهُ الْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ ابْنُ
خُزَيْمَةَ
| |
| Hadits No. 45 | ||
|
Menurut riwayat Abu Dawud: "Jika
engkau berwudlu berkumurlah."
|
وَلِأَبِي دَاوُد فِي رِوَايَةٍ إذَا
تَوَضَّأْت فَمَضْمِضْ
| |
| Hadits No. 46 | ||
|
Dari Utsman Radliyallaahu 'anhu
bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyela-nyelai jenggotnya dalam
berwudlu. Dikeluarkan oleh Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah.
|
وَعَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُخَلِّلُ لِحْيَتَهُ فِي
الْوُضُوءِ. أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ ابْنُ
خُزَيْمَةَ
| |
| Hadits No. 47 | ||
|
Abdullah ibnu Zaid berkata:
Bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah diberi air sebanyak dua pertiga
mud lalu beliau gunakan untuk menggosok kedua tangannya. Dikeluarkan oleh Ahmad
dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah.
|
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ : إنَّ النَّبِيَّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى بِثُلُثَيْ مُدٍّ فَجَعَلَ يَدْلُكُ
ذِرَاعَيْهِ أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ
| |
| Hadits No. 48 | ||
|
Dari dia pula: bahwa dia pernah
melihat Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengambil air untuk mengusap kedua
telinganya selain air yang beliau ambil untuk mengusap kepalanya. Dikeluarkan
oleh Baihaqi. Menurut riwayat Muslim disebutkan: Beliau mengusap kepalanya
dengan air yang bukan sisa dari yang digunakan untuk mengusap kedua tangannya.
Inilah yang mahfudh.
|
وَعَنْهُ أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَأْخُذُ لِأُذُنَيْهِ مَاءً غَيْرَ الْمَاءِ الَّذِي أَخَذَهُ
لِرَأْسِهِ. أَخْرَجَهُ الْبَيْهَقِيُّ وَهُوَ عِنْدَ مُسْلِمٍ مِنْ هَذَا
الْوَجْهِ بِلَفْظِ : وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ بِمَاءٍ غَيْرِ فَضْلِ يَدَيْهِ وَهُوَ
الْمَحْفُوظُ
| |
| Hadits No. 49 | ||
|
Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu
berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan wajah dan tangan
yang berkilauan dari bekas wudlu. Maka barangsiapa di antara kamu yang dapat
memperpanjang kilauannya hendaklah ia mengerjakannya. Muttafaq Alaihi menurut
riwayat Muslim.
|
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إنَّ
أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ أَثَرِ
الْوُضُوءِ فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ
فَلْيَفْعَلْ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ
لِمُسْلِمٍ
| |
| Hadits No. 50 | ||
|
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu
berkata: Adalah Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam suka mendahulukan yang kanan
dalam bersandal menyisir rambut bersuci dan dalam segala hal. Muttafaq
Alaihi.
|
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَانَ النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ
وَتَرَجُّلِهِ وَطَهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
| |
| Hadits No. 51 | ||
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila kamu sekalian berwudlu maka mulailah dengan
bagian-bagian anggotamu yang kanan." Dikeluarkan oleh Imam Empat dan shahih
menurut Ibnu Khuzaimah.
|
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى
الله عليه وسلم ( إِذَا تَوَضَّأْتُمْ فابدأوا بِمَيَامِنِكُمْ )
أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةِ
| |
| Hadits No. 52 | ||
|
Dari Mughirah Ibnu Syu'bah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berwudlu lalu beliau mengusap ubun-ubunnya bagian
atas sorbannya dan kedua sepatunya. Dikeluarkan oleh Muslim.
|
عَنْ اَلْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةٍ رضي الله عنه ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى
الله عليه وسلم تَوَضَّأَ فَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَعَلَى اَلْعِمَامَةِ وَالْخُفَّيْنِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِم
| |
| Hadits No. 53 | ||
|
Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu 'anhu tentang cara haji
Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
bersabda: "Mulailah dengan apa yang telah dimulai oleh Allah." Diriwayatkan oleh
Nasa'i dengan kalimat perintah sedang Muslim meriwayatkannya dengan kalimat
berita.
|
عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا -فِي
صِفَةِ حَجِّ اَلنَّبِيِّ صَلَّى اَللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ صلى الله عليه
وسلم ( اِبْدَؤُوا بِمَا بَدَأَ اَللَّهُ بِهِ )
أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ هَكَذَا بِلَفْظِ اَلْأَمْر ِ وَهُوَ عِنْدَ مُسْلِمٍ
بِلَفْظِ اَلْخَبَر
| |
| Hadits No. 54 | ||
|
Dia berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam jika berwudlu
mengalirkan air pada kedua siku-sikunya. Dikeluarkan oleh Daruquthni dengan
sanad yang lemah.
|
عَنْهُ قَالَ: ( كَانَ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم إِذَا تَوَضَّأَ
أَدَارَ اَلْمَاءَ عَلَى مُرْفَقَيْهِ ) أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ
بِإِسْنَادِ ضَعِيف
| |
| Hadits No. 55 | ||
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidaklah sah wudlu seseorang yang
tidak menyebut nama Allah." Diriwayatkan oleh Ahmad Abu Dawud dan Ibnu Majah
dengan sanad yang lemah.
|
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم (
لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اِسْمَ
اَللَّهِ عَلَيْهِ ) أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ
وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ بِإِسْنَادٍ ضَعِيف
ٍ
| |
| Hadits No. 56 | ||
|
Dalam hadits serupa yang diriwayatkan oleh
Tirmidzi dari Said Ibnu Zaid dan Abu Said Ahmad berkata: Tidak dapat ditetapkan
suatu hukum apapun berdasarkan hadits itu.
|
لِلترْمِذِيِّ: عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْد وَأَبِي
سَعِيدٍ نَحْوُه ُقَالَ أَحْمَدُ: لَا يَثْبُتُ فِيهِ شَيْء
| |
| Hadits No. 57 | ||
|
Dari Thalhah Ibnu Musharrif dari ayahnya dari kakeknya dia
berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memisahkan antara
berkumur dan hirup air melalui hidung. Riwayat Abu Dawud dengan sanad yang
lemah.
|
عَنْ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: (
رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَفْصِلُ بَيْنَ اَلْمَضْمَضَةِ
وَالِاسْتِنْشَاقِ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ بِإِسْنَادِ ضَعِيف
| |
| Hadits No. 58 | ||
|
Dari Ali Radliyallaahu 'anhu tentang cara wudlu: Kemudian
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berkumur dan menghisap air melalui
hidung dengan telapak tangan yang digunakan untuk mengambil air. Dikeluarkan
oleh Abu Dawud dan Nasa'i.
|
عَنْ
عَلِيٍّ رضي الله عنه -فِي صِفَةِ اَلْوُضُوءِ- ( ثُمَّ تَمَضْمَضَ صلى الله عليه
وسلم وَاسْتَنْثَرَ ثَلَاثًا يُمَضْمِضُ وَيَنْثِرُ مِنْ اَلْكَفِّ اَلَّذِي
يَأْخُذُ مِنْهُ اَلْمَاءَ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ
ُ
| |
| Hadits No. 59 | ||
|
Dari Abdullah Ibnu Zaid Radliyallaahu 'anhu tentang cara
berwudlu: Kemudian beliau memasukkan tangannya lalu berkumur dan menghisap air
melalui hidung satu tangan. Beliau melakukannya tiga kali. Muttafaq Alaihi.
|
عَنْ
عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ زَيْدٍ رضي الله عنه -فِي صِفَةِ اَلْوُضُوءِ- ( ثُمَّ
أَدْخَلَ صلى الله عليه وسلم يَدَهُ فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدَةٍ
يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثًا ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ.
| |
| Hadits No. 60 | ||
|
Anas Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam melihat seorang laki-laki yang pada telapak kakinya ada bagian sebesar
kuku yang belum terkena air maka beliau bersabda: "Kembalilah lalu sempurnakan
wudlumu." Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i.
|
عَنْ
أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: ( رَأَى اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم رَجُلًا وَفِي
قَدَمِهِ مِثْلُ اَلظُّفْرِ لَمْ يُصِبْهُ اَلْمَاءُ فَقَالَ: اِرْجِعْ فَأَحْسِنْ
وُضُوءَكَ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ ُ
| |
| Hadits No. 61 | ||
|
Dari Anas r.a dia berkata: Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berwudlu dengan satu mud air dan mandi dengan
satu sho' hingga lima mud air. Muttafaq Alaihi
|
عَنْهُ قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَوَضَّأُ
بِالْمُدِّ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
| |
| Hadits No. 62 | ||
|
Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam bersabda: "Tiada seorang pun di antara kamu yang berwudlu
dengan sempurna kemudian berdo'a: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
Yang Esa tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hambaNya dan
utusanNya-kecuali telah dibukakan baginya pintu syurga yang delapan ia dapat
masuk melalui pintu manapun yang ia kehendaki." Diriwayatkan oleh Muslim dan
Tirmidzi dengan tambahan (doa): "Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang
yang bertaubat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu
mensucikan diri."
BBulughul Maram.
|
عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه
وسلم ( مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ اَلْوُضُوءَ ثُمَّ
يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ
اَلْجَنَّةِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِم وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَزَادَ ( اَللَّهُمَّ
اِجْعَلْنِي مِنْ اَلتَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ اَلْمُتَطَهِّرِينَ
| |













